mgid.com, 756093, DIRECT, d4c29acad76ce94f google.com, pub-2441454515104767, RESELLER, f08c47fec0942fa0

Wali Kota Tangerang Teken MoU Dengan Dunia Usaha – SMK Dalam Peringatan HAN 2025


TANGERANG, posindonesianews.id – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat komitmennya dalam membangun masa depan generasi muda melalui kolaborasi strategis antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

Melalui sinergi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Pemkot menggelar acara puncak HAN 2025 sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara perusahaan dengan Bursa Kerja Khusus Sekolah Menengah Kejuruan (BKK SMK) se-Kota Tangerang.

Acara yang berlangsung di Plaza Puspem Kota Tangerang, Rabu (23/07/2025) ini, dibuka secara langsung oleh Wali Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun ekosistem ramah anak sekaligus menyiapkan ruang aktualisasi bagi anak-anak sebagai generasi penerus.

“Pembangunan sumber daya manusia sejak dini adalah investasi terbaik bagi masa depan daerah. Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, tapi momen refleksi dan penguatan komitmen untuk menciptakan ruang tumbuh yang aman, kreatif, dan penuh kasih bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Wali Kota juga menegaskan bahwa penandatanganan MoU antara perusahaan dan BKK SMK merupakan langkah konkret untuk menjembatani pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.

“Langkah ini adalah bentuk nyata kolaborasi menuju Indonesia Emas 2045, dimana generasi muda dibekali keterampilan yang relevan dan siap memasuki dunia kerja dengan percaya diri dan kompetensi yang mumpuni,” tambahnya.

Di sisi lain, Pemkot Tangerang terus memperkuat program perlindungan anak, diantaranya melalui pengembangan 22 Kampung Ramah Anak di 13 Kecamatan, pembentukan Forum Anak hingga tingkat Kelurahan, penguatan Sekolah Ramah Anak, serta penyediaan layanan psikososial dan bantuan hukum bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus.

“Namun, semua langkah ini tidak akan efektif tanpa keterlibatan aktif dari keluarga, masyarakat, serta dunia usaha. Oleh karena itu, mari terus bersinergi menjadikan Kota Tangerang sebagai Kota Layak Anak, sekaligus tempat tumbuhnya generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing,” pungkas Sachrudin.

Terpisah, Ketua Jaringan Pemerhati Kebijakan Publik dan Pembangunan (JPKPP) Juara Simanjuntak menilai bahwa slogan “Kota Layak Anak” tidak cukup dengan membangun “Kampung Ramah Anak” dan membangun fasilitas bermain anak serta layanan psikososial dan bantuan hukum.

“Keselamatan jiwa anak-anak – dalam hal ini anak sekolah – di Kota Tangerang masih belum terpikirkan oleh Pemerintah Kota Tangerang. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di jalan – jalan raya depan sekolah masih nihil,” kata Juara di Tangerang, Rabu (23/7/2025).

“Kota Layak Anak hanya ‘omdo’ (omong doang) jika keselamatan jiwa dari anak itu sendiri tidak dipikirkan dan dilindungi, ” tambahnya. (BJS)

 

Berita Terkait

Top