mgid.com, 756093, DIRECT, d4c29acad76ce94f google.com, pub-2441454515104767, RESELLER, f08c47fec0942fa0

Sekitar 120.000 orang memadati Bundaran HI, dan berbagai daerah Berdemokrasi.


Jakarta, POSINDONESIANEWS.ID.

Demi kali memang lebih besar dari sebelumnya, karena demostran program pemerintah tidak berpihak pada masyarakat, Rabu (26/08).

Sekitar 120.000 orang memadati Bundaran HI, dan berbagai daerah Berdemokrasi.

Menurut GEORGE SOROS DI BUNDERAN HI – Tidak perlu membuktikan bahwa Soros berdiri di belakang setiap demonstrasi di Bunderan HI. Lihat saja jaringan dan aliran dananya. 

Bunderan Hotel Indonesia di pusat kota Jakarta adalah pusat ekonomi dan target pendemo adalah menciptakan instabilitas ekonomi – yang disukai spekulan seperti George Soros. Sesederhana itu. 

Soros memiliki rekam jejak panjang dalam spekulasi finansial sekaligus pendanaan jaringan masyarakat sipil yang oleh para pengkritiknya dianggap memiliki dampak politik terhadap stabilitas sejumlah negara.

“Uang tidak selalu turun langsung ke jalan. Uang bisa membiayai orang yang menulis, lembaga yang meneliti, media yang menyebarkan, dan organisasi yang menggerakkan. Dari situlah pengaruh bekerja”, katanya Gorgi.

Opini dari ahli bergelar profesor, doktor atau Ph.D tentang ketimpangan kaya miskin di Indonesia, misalnya, tampil di media utama, dikutip aktivis.

Disebarkan kepada mahasiswa dijadikan modal orasi saat demo ke jalan.

Para pemain saham dengan nilai jutaan dollar bekerja berdasarkan persepsi.

Menurut Ramdani salah satu utusan Jawa timur, Ketika media memberitakan “Indonesia tidak aman untuk investasi” maka investor menariknya dan memindahkan ke negara lain.

Karena itu, ketika sebuah NGO di Indonesia menerima puluhan miliar rupiah dari jaringan OSF, pertanyaannya bukan sekadar: uang itu dipakai membeli apa?

Pertanyaan yang lebih penting: gagasan apa yang diproduksi, siapa yang menyebarkannya, media mana yang menggemakannya, dan gerakan apa yang kemudian tumbuh di lapangan?

Itu gunanya Soros membantu kampus ternama – lembaga riset dan media arus utama (mainstream) sebagai corongnya dalam orkestrasi menghancurkan satu negara. 

“Dari jaringan yang dibiayai Soros jangan harap ada berita baik di satu negara yang sedang diincar. NGO yang dibiayai Soros rutin menyampaikan isu kemunduran demokrasi”, ucapnya.

Oligarki, ketidakpastian kebijakan yang melemahkan ekonomi dan membikin ragu investor. Lalu menunggu moment yang pas untuk meledakkannya. 

George Soros tidak harus berada di belakang setiap demonstrasi untuk dapat disebut memiliki pengaruh terhadap dinamika politik sebuah negara.

Pengaruh modern tidak bekerja dengan cara mengirim orang ke jalan.

Ia bekerja melalui uang, jaringan, gagasan, riset, media, dan organisasi masyarakat sipil.

Jangan terlalu naif mengira uang harus dibagikan kepada demonstran agar sebuah demonstrasi bisa disebut dipengaruhi uang. 

Uang bisa bekerja jauh sebelum massa turun ke jalan: membiayai riset, melahirkan narasi.

Menghidupkan jaringan, menyediakan panggung media, lalu membentuk opini publik. 

Para penguasa di Timur Tengah mengirim petrodollar mereka kepada tokoh agama di sini, untuk membangun pesantren, mengajarkan dalil dalil eksklusif.

Memproduksi pendakwah intoleran dan melahirkan kaum militan, juga bentuk lain dari potensi masalah di negara ini 

Ketika semuanya bertemu pada momentum politik yang sama, pertanyaannya bukan lagi siapa yang memegang megafon di jalan.

Tetapi siapa yang selama bertahun-tahun membangun ekosistemnya.

Karena itu, hibah puluhan miliar rupiah kepada NGO di Indonesia patut dilihat bukan semata sebagai transaksi filantropi.

Tetapi sebagai bagian dari sebuah jaringan pengaruh yang perlu dibuka secara transparan. 

Bukan hanya pemerintah yang dituntut tranparansi NGO yang menerima dana asing juga dituntut untuk membuka diri uang yang mereka dapat itu datang dari mana.

Untuk apa, gagasan apa yang dilahirkan, siapa yang menyebarkannya, dan ke mana akhirnya pengaruh itu bergerak?

Jangan hanya telusuri siapa yang turun ke jalan. Telusuri siapa yang selama bertahun-tahun membangun jaringan yang membuat sebuah gagasan akhirnya bisa turun ke jalan.

(Penulis : Dimas Supriyanto )

 

*rpst HariMerdeka Drecpecs nGondes ✊️🇮🇩

Berita Terkait

Top