mgid.com, 756093, DIRECT, d4c29acad76ce94f google.com, pub-2441454515104767, RESELLER, f08c47fec0942fa0

Setelah melakukan Demostran, diduga ada yang penyusup memancing keributan.


BANDA ACEH, POS INDONESIANEWS.ID.

Peringatan Hari Damai Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berubah ricuh setelah massa terlibat bentrokan dengan aparat, Berdasarkan pantauan media di lokasi massa dan petugas gabungan dari unsur TNI dan Polri terlibat bentrokan.

Massa melemparkan batu ke arah petugas, sedangkan aparat membalas dengan tembakan ke udara dan gas air mata.

Keributan menyebabkan sejumlah kendaraan yang terparkir di samping masjid mengalami kerusakan akibat lemparan batu.

Hingga kini, massa masih bertahan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

Kericuhan bermula ketika sebagian massa dari sejumlah elemen masyarakat hendak memasang bendera bintang bulan pada salah satu tiang di kompleks Masjid Raya Baiturrahman.

Dikutip dari berita Kompas. Kronologi Hari Damai Aceh Berujung Ricuh, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI.

Peringatan Hari Damai Aceh di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berubah ricuh setelah massa terlibat bentrokan dengan aparat, Sabtu (15/8/2026).

Massa dan petugas gabungan dari unsur TNI dan Polri terlibat bentrokan.

Massa melemparkan batu ke arah petugas, sedangkan aparat membalas dengan tembakan ke udara dan gas air mata.

Keributan menyebabkan sejumlah kendaraan yang terparkir di samping masjid mengalami kerusakan akibat lemparan batu.

Hingga kini, massa masih bertahan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

Momen Peringatan Hari Damai Aceh Berakhir Ricuh Kronologi Peringaan Hari Damai Aceh Ricuh Kericuhan bermula ketika sebagian massa dari sejumlah elemen masyarakat hendak memasang bendera bintang bulan pada salah satu tiang di kompleks Masjid Raya Baiturrahman.

Mengutip laporan Serambi, Sabtu, aparat TNI yang berjaga di sekitar pagar masjid melarang pemasangan bendera tersebut.

Larangan kemudian diikuti beberapa kali tembakan peringatan yang dilepaskan.

Suara tembakan membuat massa yang berada di halaman masjid spontan tiarap. Situasi kemudian memanas setelah sebagian massa meluapkan kemarahan kepada aparat TNI.

Massa lantas bergerak mengejar personel TNI yang berada di sekitar masjid.

Mereka bergerak hingga ke depan Gedung DPRK Banda Aceh, sementara sebagian lainnya berlari menuju lampu Simpang Kodim.

Dalam pengejaran, massa melempari aparat dengan batu dan sejumlah benda lainnya. Bentrokan mulai mereda setelah personel TNI menjauh dari kejaran massa

Meski kericuhan mereda, massa masih bertahan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman. Mereka menyampaikan protes atas larangan pengibaran bendera bintang bulan.

Sejumlah selongsong peluru juga ditemukan berserakan di jalan sekitar lokasi setelah aparat melepaskan tembakan peringatan.

Dilansir dari Serambi, Sabtu, massa juga membakar satu unit sepeda motor milik aparat TNI yang diparkir di area masjid.

Sementara itu, salah seorang peserta aksi dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka di bagian kepala.

Hingga berita ini diturunkan kondisi di lokasi sudah terkendali dan sudah berangsur kondusif.

Semoga para pihak keamanan telah menyampaikan bahwa kondisi saat ini sudah kondusif dan masyarakat bisa beraktivitas dengan normal kembali.

( DAOD77 )

Berita Terkait

Top